PENGAKUAN IMAN BAPTIS 1689
Pengakuan Iman Baptis 1689 lahir dari perjalanan sejarah pergerakan Reformasi di Inggris. Berakar dari Pengakuan Iman Westminster, dokumen ini dirumuskan oleh kelompok Baptis Khusus untuk menegaskan ajaran Alkitab tentang gereja, baptisan, dan kehidupan beriman.
Pengakuan Iman Baptis 1689 (sering dikenal sebagai Second London Baptist Confession) merupakan salah satu dokumen penting dalam sejarah gereja-gereja Baptis. Dokumen ini menjadi pegangan bersama bagi kelompok Particular Baptists (kaum Baptis Khusus) di Inggris saat itu untuk menyatakan kesatuan iman mereka kepada masyarakat luas.
Latar Belakang Sejarah Penyusunan
Penyusunan pengakuan iman ini tidak lepas dari pengaruh pengakuan iman yang lahir mendahuluinya. Pada tahun 1648, Sinode Westminster merumuskan Pengakuan Iman Westminster yang berakar pada tradisi Reformed (Calvinis). Pengakuan ini diterima luas oleh gereja-gereja Presbiterian.
Selanjutnya pada tahun 1658, kelompok Kongregasionalis memakai dokumen Westminster tersebut dengan beberapa modifikasi. Langkah serupa kemudian diambil oleh kelompok Baptis Khusus pada tahun 1677. Mereka menggunakan dasar dokumen yang sama, namun melakukan penyesuaian pada bagian-bagian tertentu yang berhubungan dengan pandangan khas Baptis, seperti tata gereja dan baptisan.
Naskah ini akhirnya disahkan dalam pertemuannya di London pada tahun 1689 oleh para pendeta dan utusan jemaat. Sejak saat itu, naskah ini menjadi standar pengakuan iman yang mengikat dan digunakan secara meluas di gereja-gereja Baptis.
Garis Besar Isi Pengakuan Iman 1689
Pengakuan Iman ini terdiri atas 32 bab yang mengulas pengajaran Alkitab secara berurutan. Pokok-pokok ajaran yang dibahas di dalamnya antara lain:
- Alkitab dan Allah (Bab 1–5): Menjelaskan Alkitab sebagai pedoman tertinggi yang cukup dan pasti, diikuti pengenalan akan Allah Tritunggal, ketetapan-Nya, penciptaan, serta pemeliharaan-Nya atas alam semesta.
- Manusia, Dosa, dan Perjanjian (Bab 6–9): Mengulas kejatuhan manusia ke dalam dosa, perjanjian kasih karunia Allah, karya Kristus sebagai satu-satunya Pengantara, dan kehendak bebas manusia.
- Keselamatan dan Kehidupan Beriman (Bab 10–18): Menerangkan panggilan Allah, pembenaran oleh iman, pengangkatan sebagai anak, penyucian hidup, pertobatan, perbuatan baik, hingga kepastian keselamatan bagi orang percaya.
- Hukum Allah dan Ibadah (Bab 19–25): Menjabarkan hukum susila Allah, kemerdekaan hati nurani orang Kristen, tata cara ibadah dan hari Sabat (Hari Tuhan), sumpah yang benar, serta pranata pernikahan dan pemerintah negara.
- Gereja dan Upacara Agung (Bab 26–30): Mengatur persekutuan jemaat lokal, kepemimpinan penatua dan diaken, serta dua upacara yang ditetapkan Kristus, yaitu Baptisan (dengan cara diselamkan bagi orang percaya) dan Perjamuan Tuhan.
- Akhir Zaman dan Penghakiman (Bab 31–32): Menegaskan mengenai keadaan jiwa setelah kematian, kebangkitan tubuh, dan hari penghakiman terakhir oleh Kristus.
Melalui pengakuan iman ini, kita dipandu untuk memahami kebenaran Firman Allah secara teratur, tertata, serta berpegang teguh pada pengajaran yang Alkitabiah di tengah perjalanan gereja di sepanjang zaman.
Pratinjau materi Pengakuan Iman Baptis 1689:
• Toko Online (Shopee): shopee.co.id/lenterahikmat
• Portal Web: lenterahikmat.das.web.id
• Google Play Book: Lentera Hikmat
• WhatsApp Admin: 089611429590 | Email: lenterahikmat@gmail.com