Awal Mula Baptis di Indonesia, Perintisan Abad ke-20 (1)

AWAL Mula BAPTIS DI INDONESIA, PERINTISAN ABAD KE-20 (ke-1)
Ringkasan

Perubahan politik di China pada akhir dasawarsa 1940-an mendorong perpindahan utusan Injil ke wilayah Asia lainnya, membuka jalan bagi masuknya pengutusan Baptis ke Indonesia pada awal tahun 1950-an berkat jaminan kebebasan beragama.

oleh: Dwi Ariefin

Partai Komunis China berkuasa dan mengalahkan Partai Republik Tiongkok. Kemenangan ini dan kekacauan politik saat itu berlanjut dengan adanya desakan penutupan semua tempat pelayanan Kristen dan seminari di China. Para utusan Injil diputuskan untuk diungsikan oleh Foreign Mission Board - Southern Baptist Convention (FMB-SBC) pada tahun-tahun sesudah 1940. Dalam pemeliharaan TUHAN, kenyataan ini menjadi kesempatan bagi kaum Baptis untuk memasuki bagian lain dunia, termasuk memperhatikan pengembangan ke daerah New Orient.

Masuknya utusan Baptis ke Indonesia adalah suatu mukjizat, sebab sebelumnya sangat dibatasi oleh pemerintah kolonial. Faktor lain yang membawa pekerjaan Baptis kembali ke Indonesia adalah Perang Dunia II yang mengarah kepada Asia Tenggara, serta Indonesia yang telah berjuang dan mengalami kemerdekaan serta dalam proses mencari identitas barunya. Hal yang sangat penting, Konstitusi Sementara Indonesia 1945 memberi jaminan kebebasan beragama, yang memberi jalan bagi implementasi pekerjaan Baptis mulai tahun 1951.

Pengamatan Seksama

Pada Januari 1950, B.J. Cauthen mulai mengadakan survei di wilayah Indonesia, Malaya, dan India. Di Indonesia, ia mengunjungi Surabaya, Jakarta, dan Semarang, serta menjumpai Missions Consulate dan The American Embassy di Jakarta. Ia memperoleh informasi penting tentang etnografi dan pelayanan Kristen di Indonesia, dan merasa bahwa saat itu adalah waktu yang tepat untuk menjadikan upaya pemberitaan Injil sebagai prioritas utama.

Hasil survei dibicarakan dalam pertemuan dengan para utusan, pendeta, dan pemerintah resmi di Amerika. Cauthen memberitahukan bahwa ada lebih dari dua juta orang Tionghoa di Indonesia yang menjadi potensi besar untuk pelayanan awal. Semangat Cauthen menggerakkan M. Theron Rankin untuk mendukungnya, hingga diselenggarakannya Konferensi Pengutusan Injil Luar Negeri tahun 1951 yang memutuskan untuk memilih William Buren Johnson, Stockwell Bettes Sears, dan Charles Philip Cowheard sebagai para perintis penginjilan di Indonesia.

Langkah-Langkah Permulaan

Ketiga perintis tersebut bergegas mempersiapkan diri. Pada tanggal 24 Desember 1951, tepat sehari sebelum Natal, Johnson, Sears, dan Cowheard mendarat di Jakarta dengan pesawat KLM dan menginap di Hotel Des Indes. Pada tanggal 26 Desember 1951, mereka menemui Benninghoff selaku Konsulat di Kedutaan Amerika, serta menemui para utusan lain dan P.W. Van der Heide yang menolong memperpanjang visa turis mereka. Mereka juga menemui Rumambi selaku Sekretaris Umum DGI.

Jakarta menjadi kota pertama yang disinggahi, akan tetapi Bandung juga menjadi tujuan pada masa permulaan. Atas saran seorang makelar, mereka menyetujui pembelian rumah di Bandung. Setelah beberapa waktu berpindah-pindah hotel, sebuah rumah di Jalan Sukajadi 192 Bandung dapat ditempati pada sore hari, 11 Januari 1952. Usaha penting lainnya adalah belajar bahasa Indonesia di Jalan Hegarmanah 41 serta memulai kebaktian perdana di Jalan Wastukencana 27 pada 11 Mei 1952 yang dipimpin oleh Cowheard.

Di Jakarta, Johnson menetapkan tanah dan bangunan di Jalan Gunung Sahari IX sebagai pusat kegiatan pelayanan, yang mulai aktif sekitar bulan April 1953. Sementara itu, Johnson dan Sears juga melakukan kunjungan survei ke Jawa Timur pada Februari 1952 untuk menjajaki kemungkinan pelayanan di Madiun maupun Surabaya.

Proses perizinan sempat menghadapi berbagai pertanyaan dari Departemen Agama melalui Abednego. Namun, berkat pendekatan para utusan serta bantuan Cauthen dan Theron Rankin, pemerintah Indonesia akhirnya mengeluarkan izin resmi tertanggal 25 Februari 1952 yang memberi dukungan kuat bagi berdirinya gereja Baptis di Indonesia [DAS].

Promo Buku Baptis
Ragam Pustaka Kebaptisan Koleksi buku mencakup: Sejarah, Kepercayaan, dan Tata Gereja, “Iman Baptis, Dasar dan Prinsipnya”, “Baptis Indonesia Bangga Setia”, “Baptist Confessions: A Collections”, “Pengakuan Iman Baptis di Indonesia”, “Gabungan Baptis Indonesia (GGBI)”, hingga “Kongregasional Keluarga Besar”.
Informasi & Pemesanan:
• Toko Online (Shopee): shopee.co.id/lenterahikmat
• Portal Web: lenterahikmat.das.web.id
• Google Play Book: Lentera Hikmat
• WhatsApp Admin: 089611429590 | Email: lenterahikmat@gmail.com