Penginjilan Baptis ke Seluruh Dunia
oleh: Dwi Ariefin
Gerakan pekabaran Injil membawa berita keselamatan menjangkau berbagai benua. Berawal dari gerakan misi modern pada akhir abad ke-18, pelayanan jemaat Baptis meluas ke Eropa, Afrika, Amerika, hingga kepulauan Pasifik Barat Daya. Kesatuan persekutuan global ini diwadahi melalui Persekutuan Baptis Sedunia guna mempererat persaudaraan dan kesaksian iman.
Peta Penyebaran Pelayanan Dunia
Sebelum gerakan pengutusan Injil modern dimulai pada tahun 1793, keberadaan jemaat Baptis hanya dikenal di Inggris dan Amerika. Namun seiring berjalannya waktu, semangat mengabarkan berita Alkitab meluas ke berbagai benua. Melalui perintisan yang tekun, pelayanan ini tumbuh pesat di ratusan negara dan menyatukan jutaan orang percaya dalam persekutuan iman.
Persekutuan Baptis Sedunia (Baptist World Alliance)
Kerinduan untuk membangun kerja sama antargereja di tingkat global melahirkan pembentukan Persekutuan Baptis Sedunia. Gagasan awal organisasi ini diusulkan oleh Thomas Grantham pada abad ke-17 dan John Rippon pada tahun 1790. Persiapan tersebut makin nyata pada tahun 1904 berkat dorongan para pemimpin dari Inggris dan Amerika Serikat.
Pertemuan atau Kongres Baptis Sedunia pertama kali diselenggarakan di London pada bulan Juli 1905. Perwakilan dari dua puluh tiga bangsa hadir menyatukan tekat pelayanan. Wadah ini dibentuk bukan sebagai perserikatan yang menguasai jemaat lokal, melainkan sebagai sarana mempererat persaudaraan, saling menguatkan, serta membela kebebasan beragama di seluruh dunia.
Kongres-kongres selanjutnya diadakan di berbagai kota dunia seperti Philadelphia, Stockholm, Toronto, Berlin, Atlanta, Kopenhagen, London, hingga Rio de Janeiro. Melalui penerbitan kabar berkala serta jaringan kerja sama, wadah ini menopang jemaat-jemaat yang berada di daerah sulit dan memperkokoh kesaksian Injil.
Kesaksian Ringkas di Tanah Eropa
Perkembangan di benua Eropa memberikan warna tersendiri. Selain tanah Inggris yang menjadi tempat awal pertumbuhan Baptis modern, pemberitaan Injil juga merambah ke kawasan benua daratan. Johann Gerhardt Oncken memelopori pelayanan di Jerman sejak tahun 1834, yang kemudian menjangkau kawasan sekitarnya.
Di negara-negara kawasan utara dan timur, seperti Swedia, Denmark, Finlandia, hingga Rusia, kesaksian terus berjalan meski kerap berhadapan dengan tekanan politik. Pelayanan sekolah alkitab, penerbitan bahan bacaan, serta panti asuhan didirikan untuk mendukung pertumbuhan rohani anggota jemaat.
Pekabaran Injil di Benua Afrika
Pelayanan di benua Afrika diawali oleh langkah warga percaya yang rindu membagikan kabar baik kepada sesamanya. Di Afrika Barat, perintisan awal di Liberia dimulai pada tahun 1821 oleh rombongan yang berpindah dari Amerika Serikat. Mereka mendirikan tempat ibadah serta mengajar masyarakat setempat.
Di Nigeria, pelayanan Baptis berkembang sangat pesat sejak pembentukan konvensi nasional pada tahun 1914. Jemaat-jemaat di sana tidak hanya mandiri, tetapi juga mengutus utusan pelayanan ke negara-negara tetangga seperti Ghana, Sierra Leone, dan Togo. Pelayanan pengobatan melalui klinik dan rumah sakit menjadi bagian penting dari kesaksian iman mereka.
Pekabaran Injil juga menjangkau kawasan Afrika Tengah, Afrika Timur, serta Afrika Selatan. Meskipun tantangan politik dan sosial kerap terjadi di wilayah seperti Kongo, Kamerun, Kenya, dan Rhodesia, jemaat lokal terus tumbuh secara mandiri melalui pengelolaan sekolah serta lembaga pendidikan teologi.
Perluasan di Seluruh Benua Amerika
Benua Amerika menjadi kawasan dengan jumlah anggota jemaat Baptis terbesar. Di Amerika Utara, pertumbuhan yang pesat ditandai oleh pembentukan wadah konvensi nasional di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Kegiatan misi dalam negeri maupun luar negeri dikelola secara teratur melalui dukungan bersama sukarela.
Di Amerika Tengah dan wilayah Kepulauan Karibia, rintisan awal sering kali dimulai oleh warga awam. Di Bahama dan Jamaika misalnya, pemberitaan Injil diawali oleh bekas budak belian yang telah dibebaskan pada akhir abad ke-18. Jemaat-jemaat di Haiti, Kuba, Guatemala, dan Kostarika mendirikan klinik kesehatan serta sekolah dasar bagi anak-anak di pemukiman padat.
Kawasan Amerika Selatan mencatatkan perkembangan pelayanan yang pesat. Di Brasil, jemaat-jemaat Baptis tumbuh pesat hingga mendirikan sekolah, perguruan tinggi, serta tempat latihan diakon. Pelayanan perahu medis di sepanjang aliran sungai mejangkau warga di daerah pedalaman Amazon. Kegiatan serupa juga berkembang di Argentina, Chili, Kolombia, dan Uruguay.
Jangkauan Pelayanan di Pasifik Barat Daya
Gerakan pekabaran Injil turut menyapa kawasan Pasifik Barat Daya. Pelayanan di Australia dimulai pada tahun 1831 di kota Sydney, yang kemudian meluas ke kawasan selatan dan barat. Jemaat-jemaat di Australia selanjutnya aktif menopang pekabaran Injil di wilayah Irian (Papua) serta kawasan Asia Selatan.
Di Selandia Baru, persekutuan jemaat dibentuk pada tahun 1882 untuk mengayomi pelayanan sekolah minggu dan pendidikan pengajar Injil. Pelayanan juga menjangkau kepulauan seperti Okinawa dan Guam, di mana tempat pertemuan ibadah disediakan bagi warga setempat dan para pendatang.
Perjalanan pekabaran Injil ke seluruh penjuru dunia ini membuktikan kesetiaan para pekerja Kristus. Tanpa memandang perbedaan suku atau bahasa, persekutuan jemaat terus melangkah menyampaikan Berita Pengampunan dosa. Warisan sejarah ini mengingatkan setiap orang percaya akan tanggung jawab untuk terus melayani serta menjadi saksi kebaikan Tuhan di mana pun berada [DAS].
- Torbet, Robert G. A History of the Baptists. Judson Press.
- Vedder, Henry C. A Short History of the Baptists. American Baptist Publication Society.
- Portal Informasi Sejarah Gereja Baptis Dunia (World Baptist Alliance): www.wbanet.org
- Arsip Sejarah Dokumen Reformasi Inggris: www.british-history.ac.uk
• Toko Online (Shopee): shopee.co.id/lenterahikmat
• Portal Web: lenterahikmat.das.web.id
• Google Play Book: Lentera Hikmat
• WhatsApp Admin: 089611429590 | Email: lenterahikmat@gmail.com