PERINTISAN AWAL GEREJA BAPTIS DI INDONESIA ABAD KE-19 (PPT)
Abad ke-19 menandai awal masuknya utusan Injil Baptis ke nusantara—mulai dari kehadiran serdadu Inggris di Semarang, William Robinson di Batavia, Jabes Carey di Ambon, hingga pelayanan panjang Gottlob Bruckner di Jawa.
Kedatangan Utusan Injil Pertama
Pada awal masa pemerintahan Inggris di Indonesia (1811–1816), sejumlah serdadu Inggris mendirikan kelompok kecil jemaat Baptis di Semarang pada tahun 1812. Tanggal 13 Mei 1813, William Robinson bersama istrinya tiba di Batavia sebagai utusan Injil resmi pertama.
Selanjutnya pada tahun 1814, Jabes Carey (putra William Carey) melayani di Ambon dalam bidang pendidikan dan sosial sebelum akhirnya wilayah nusantara kembali dikuasai oleh Belanda.
Pelayanan Gottlob Bruckner dan Sumatra
Thomas Trowt tiba di Semarang pada tahun 1815 dan membaptis Gottlob Bruckner, seorang pekabar Injil yang kemudian mendedikasikan waktu selama 43 tahun melayani di Semarang. Bruckner menterjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jawa dan menyusun kamus rohani.
Pada tahun 1820-an, pekabaran Injil meluas ke Sumatra melalui utusan misi Inggris seperti Nathanael Ward dan Richard Burton yang menjelajahi wilayah pedalaman Batak. Perintisan ini membuka jalan bagi sejarah kekristenan di tanah Sumatra.
Pratinjau Abad ke-19: