Permulaan Baptis di Indonesia oleh SBC: Perintisan Abad ke-20 (Ringkas)
Perubahan politik di China pada akhir dasawarsa 1940-an mendorong perpindahan utusan Injil, membuka jalan bagi masuknya pengutusan Baptis ke Indonesia pada awal 1950-an. Melalui survei terarah dan jaminan kebebasan beragama, pelayanan ini resmi dimulai dan diletakkan di berbagai kota besar di Jawa.
Awal Perintisan dan Kedatangan Perintis
Perubahan politik di China pada akhir dasawarsa 1940-an membuat tempat pelayanan Kristen ditutup. Foreign Mission Board (FMB-SBC) kemudian mengalihkan para utusan Injil ke wilayah Asia lainnya. Di Indonesia, Konstitusi Sementara 1945 yang menjamin kebebasan beragama membuka peluang baru bagi pekerjaan Baptis.
Setelah survei yang dilakukan B.J. Cauthen pada awal tahun 1950, tiga utusan dipilih menjadi perintis: William Buren Johnson, Stockwell Bettes Sears, dan Charles Philip Cowheard. Mereka tiba di Jakarta pada 24 Desember 1951. Setelah mengurus perizinan dan visa, mereka mulai menempati rumah di Bandung pada Januari 1952 dan memulai kebaktian perdana pada bulan Mei 1952.
Pengorganisasian dan Penataan Wilayah Pelayanan
Lembaga resmi “Indonesian Mission of the Southern Baptist Convention” dibentuk pada 28 November 1952 di bawah pimpinan Buren Johnson. Pelayanan dirancang mencakup tiga aspek utama: penginjilan langsung, pelatihan pekerja Kristen, dan pelayanan kesehatan.
Antara tahun 1952 hingga 1955, dasar pelayanan diletakkan di lima kota besar di Jawa dengan peran strategis: Bandung sebagai pusat awal, Jakarta dan Surabaya sebagai pusat pemberitaan, Semarang sebagai pusat pengajaran, serta Kediri sebagai pusat pelayanan kesehatan. Dari sinilah perintisan dan pertumbuhan jemaat Baptis di Indonesia terus berkembang luas.
• Toko Online (Shopee): shopee.co.id/lenterahikmat
• Portal Web: lenterahikmat.das.web.id
• Google Play Book: Lentera Hikmat
• WhatsApp Admin: 089611429590 | Email: lenterahikmat@gmail.com