Permulaan Kaum Baptis di Eropa (2)-Lanjutan

Permulaan Kaum Baptis di Eropa (2)
oleh: Dwi Ariefin
Ringkasan

Perjalanan sejarah kaum Baptis di Eropa berlanjut melalui perjuangan kebebasan beragama di Inggris, masa kemunduran pasca-Undang-Undang Toleransi, hingga timbulnya kebangkitan rohani pada abad ke-18. Semangat pengabaran Injil dan pekabaran ke luar negeri memperluas barisan persekutuan jemaat hingga melahirkan gerakan persatuan denominasi.

Ilustrasi Sejarah Baptis di Eropa Ilustrasi Sejarah Eropa

Perkembangan pergerakan Baptis di Eropa selanjutnya ditandai oleh perjuangan gigih memperoleh kebebasan beragama di Inggris. Pada masa Persemakmuran (1640–1660), jumlah jemaat Baptis Umum maupun Baptis Khusus berkembang pesat. Banyak anggota jemaat bergabung dalam gerakan Oliver Cromwell untuk menentang pembentukan gereja negara yang baru. Langkah ini diambil guna menjamin kemerdekaan setiap jemaat lokal mengatur tata hidup imannya secara bebas.

Meskipun turut berjuang bagi hak kenegaraan, kaum Baptis tetap mengalami penganiayaan keras pasca-restorasi monarki. Pemerintah mengesahkan berbagai peraturan yang membatasi gerak kaum non-konformis. Undang-Undang Keseragaman (1662) dan Undang-Undang Lima Mil (1669) melarang pengajar serta hamba Tuhan non-konformis memimpin ibadah. Dalam kurun waktu ini, John Bunyan dipenjara selama dua belas tahun di Bedford. Dari balik jeruji penjara tersebut, ia melahirkan karya tulis yang menguatkan kesaksian iman umat percaya di tengah penindasan.

Masa Toleransi dan Tantangan Kemunduran

Pada tahun 1689, Parlemen Inggris mengesahkan Undang-Undang Toleransi (Act of Toleration) di bawah pemerintahan Raja William dan Ratu Mary. Undang-undang ini membebaskan kelompok non-konformis dari hukuman pidana. Mereka diberi izin untuk berkhotbah dan mendirikan tempat ibadah sendiri. Hak untuk tidak bersumpah kepada tatanan gereja negara juga diakui secara resmi.

Akan tetapi, masa ketenangan ini justru membawa tantangan tersendiri bagi pertumbuhan rohani. Seperti dicatat oleh sejarawan, kenyamanan kerap kali lebih melupakan kewaspadaan ketimbang ancaman penderitaan. Memasuki paruh pertama abad ke-18, semangat pemberitaan Injil di kalangan jemaat menurun secara drastis.

Kelompok Baptis Umum mengalami keretakan internal akibat pengajaran teologi yang memudarkan keyakinan pada ke-Allahan Kristus. Pengawasan organisasi pusat yang terlalu ketat merusak otonomi jemaat lokal. Sementara itu, kelompok Baptis Khusus terjebak pada pandangan pemilihan (predestinasi) yang terlalu kaku. Hal tersebut membuat mereka tidak tergerak untuk menjangkau masyarakat luas. Jumlah anggota jemaat pun mengalami penurunan hingga pertengahan abad ke-18.

Kebangkitan Rohani dan Pekabaran Injil

Tuhan membangkitkan kesadaran baru di Inggris melalui gerakan pembaruan yang dipimpin oleh John Wesley dan George Whitefield. Khotbah-khotbah mengenai pertobatan pribadi dan pembenaran oleh iman menggerakkan kembali kehidupan rohani masyarakat. Pengaruh positif ini memberi dorongan segar bagi persekutuan jemaat Baptis untuk memulihkan semangat pelayanannya.

Di kalangan Baptis Umum, Dan Taylor memelopori berdirinya persekutuan jemaat baru pada tahun 1770 yang berpegang teguh pada ajaran Alkitab. Di kelompok Baptis Khusus, Andrew Fuller menyusun pemikiran teologi yang menyeimbangkan kedaulatan Tuhan dengan tanggung jawab setiap orang percaya untuk menyebarkan Injil. Pendekatan ini membakar kembali semangat pemberitaan keselamatan di berbagai daerah perindustrian.

Tokoh utama yang menjadi penggerak pekabaran Injil modern adalah William Carey. Berawal dari seorang pembuat sepatu yang tekun mempelajari bahasa serta keadaan dunia, Carey menyuarakan pentingnya membawa berita Injil ke pelbagai bangsa. Pada 30 Mei 1792, ia menyampaikan khotbah bersejarah di Nottingham dengan seruan: "Harapkan perkara-perkara besar dari Allah; usahakan perkara-perkara besar bagi Allah."

Gagasan tersebut didukung penuh oleh Andrew Fuller dan para hamba Tuhan lainnya. Pada 2 Oktober 1792, dibentuklah Perkumpulan Baptis bagi Penyiaran Injil di Kettering. Pada awal tahun 1793, William Carey diutus berangkat menuju India. Di sana ia menerjemahkan bagian-bagian Alkitab ke dalam puluhan bahasa daerah, mendirikan sekolah, serta membimbing banyak jiwa menuju pertobatan. Langkah ini membuka era pekabaran Injil secara luas ke berbagai benua.

Perluasan Pelayanan dan Persatuan Denominasi

Sepanjang abad ke-19, pelayanan jemaat Baptis berkembang pesat. Di Inggris, gerakan pengkhotbah keliling menjangkau kawasan pemukiman buruh dan desa-desa terpencil. Perhatian terhadap pendidikan semakin ditingkatkan melalui pendirian perguruan tinggi teologi dan pengembangan jaringan Sekolah Minggu bagi anak-anak.

Pada periode ini muncul tokoh-tokoh pelayan jemaat yang berpengaruh. Salah satunya adalah Charles Haddon Spurgeon (1834–1892). Memimpin jemaat di Metropolitan Tabernacle London sejak usia muda, Spurgeon menyampaikan khotbah yang didengar oleh ribuan orang setiap minggu. Ia juga mendirikan panti asuhan, sekolah pendeta, serta menerbitkan bahan-bahan bacaan rohani yang disebarkan ke pelbagai negara.

Puncak dari konsolidasi persekutuan ini terjadi pada tahun 1891. Keretakan sejarah antara kelompok Baptis Umum dan Baptis Khusus berhasil dipulihkan melalui pembentukan Persatuan Baptis (Baptist Union) Inggris dan Irlandia. Di bawah pimpinan tokoh-tokoh seperti John Clifford dan J.H. Shakespeare, jemaat-jemaat Baptis menyatukan langkah pelayanan dalam kesaksian yang semakin kokoh, baik di bidang pendidikan, aksi sosial, maupun pengutusan Injil ke seluruh penjuru dunia [DAS].

Hikmat Memahami sejarah penelusuran iman menolong umat untuk menghargai warisan rohani masa lalu, tetap setia pada kebenaran firman Tuhan, serta bijaksana dalam melanjutkan estafet pelayanan di masa kini.
Ayat Alkitab Sebab itu, umat yang mempunyai banyak saksi, yang mengelilingi, marilah menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan. — Ibrani 12:1
Sumber-sumber Pendalaman:
  • Torbet, Robert G. A History of the Baptists. Judson Press.
  • Vedder, Henry C. A Short History of the Baptists. American Baptist Publication Society.
  • Portal Informasi Sejarah Gereja Baptis Dunia (World Baptist Alliance): www.wbanet.org
  • Arsip Sejarah Dokumen Reformasi Inggris: www.british-history.ac.uk
Promo Buku Baptis
Ragam Pustaka Kebaptisan Koleksi buku mencakup: Sejarah, Kepercayaan, dan Tata Gereja, “Iman Baptis, Dasar dan Prinsipnya”, “Baptis Indonesia Bangga Setia”, “Baptist Confessions: A Collections”, “Pengakuan Iman Baptis di Indonesia”, “Gabungan Baptis Indonesia (GGBI)”, hingga “Kongregasional Keluarga Besar”.
Informasi & Pemesanan:
• Toko Online (Shopee): shopee.co.id/lenterahikmat
• Portal Web: lenterahikmat.das.web.id
• Google Play Book: Lentera Hikmat
• WhatsApp Admin: 089611429590 | Email: lenterahikmat@gmail.com