Berdirinya GGBI (3): Menuju Perubahan
Perubahan terjadi melalui kerjasama di berbagai wilayah seperti Kediri, Surabaya, Bandung, dan Jakarta, yang berlanjut pada Konferensi Strategi Misi 1967 dan survei-survei pertumbuhan gereja.
Perubahan besar sedang terjadi di tengah umat Baptis Indonesia, dalam tatanan sosial-politik bangsa, serta pada organisasi Missi Baptis Indonesia. Perubahan di kalangan umat Baptis tampak melalui perkembangan interaksi untuk bekerjasama serta berorganisasi antargereja. Hubungan dan program gabungan mulai terjalin secara aktif baik pada tingkat wilayah maupun dalam cakupan nasional.
Mulai tahun 1961, perkembangan kerjasama antargereja semakin tampak di berbagai daerah seperti Kediri, Surabaya, Bandung, Jakarta, Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta. Di Kediri, program bersama seperti kebaktian kebangunan rohani, klinik kepemimpinan, hingga pertemuan rutin pendeta mempererat kebersamaan. Langkah serupa juga hidup di Surabaya dan Bandung melalui pembentukan panitia penginjilan wilayah.
Peristiwa penting tercatat pada tanggal 12 Maret 1964 dengan terbentuknya Gabungan Gereja-Gereja Baptis Jawa Barat dan Jakarta Raya di Jakarta. Wadah regional ini menjadi sarana pembinaan kerjasama dalam pengabaran Injil secara luas. Di Solo dan Yogyakarta, persekutuan pendeta serta klinik kepemimpinan turut memperkuat fondasi kebersamaan antarpekerja gereja.
Konferensi Strategi Misi dan Hasil Riset
Dalam lingkup nasional, persekutuan para pendeta Baptis dimanfaatkan untuk mendiskusikan masa depan kepemimpinan dan kemandirian gereja. Sementara itu, Missi Baptis Indonesia menyelenggarakan Konferensi Strategi Misi di Semarang pada bulan November 1967 guna mengevaluasi efektivitas pelayanan yang telah berjalan selama bertahun-tahun[cite: 12].
Dalam konferensi tersebut, Keith Parks memaparkan metode pelayanan misi yang selama ini bercirikan inisiatif, pendanaan, serta kepemimpinan dari pihak misi dengan pola kebaratan[cite: 12]. Sebagai tindak lanjut, dilakukan riset mendalam melalui survei pertumbuhan gereja yang dipimpin oleh Ebbie C. Smith serta tinjauan dari para ahli misiologi[cite: 12].
Hasil riset tersebut mengungkap sejumlah persoalan mendasar, seperti tingginya tingkat ketergantungan kepada misi, struktur kerjasama yang masih lemah, serta penurunan kualitas rohani[cite: 12]. Temuan-temuan objektif ini menjadi landasan penting bagi Misi Baptis Indonesia untuk merumuskan perubahan strategi pelayanan di masa mendatang[cite: 12].
Pratinjau materi Menuju Perubahan GGBI:
• Toko Online (Shopee): shopee.co.id/lenterahikmat
• Portal Web: lenterahikmat.das.web.id
• Google Play Book: Lentera Hikmat
• WhatsApp Admin: 089611429590 | Email: lenterahikmat@gmail.com