Berdirinya GGBI (4): Badan Kerjasama

BERDIRINYA GGBI (4): BADAN KERJASAMA
Ringkasan

Musyawarah Kaum Baptis 1968 melahirkan Badan Kerjasama Kaum Baptis (BKS) sebagai wadah perintisan komunikasi dan pemecahan masalah bersama antara gereja-gereja dan misi.

oleh: Dwi Ariefin

Musyawarah Kaum Baptis yang diadakan pada tanggal 20 sampai 24 Mei 1968 di Seminari Baptis Semarang dihadiri sekitar dua ratus utusan dari kalangan misi, pendeta Baptis, serta perwakilan gereja-gereja Baptis. Pertemuan tersebut mencatatkan kehadiran yang lebih besar dibandingkan pertemuan sebelumnya karena mengundang lebih banyak pemimpin Baptis nasional.

Pokok bahasan utama dalam musyawarah tersebut berkisar pada otonomi dan demokrasi gereja setempat, pemerintahan demokratis di gereja-gereja, hubungan kerjasama antargereja se-daerah maupun nasional, serta hubungan gereja dengan lembaga-lembaga Baptis yang ada. Sebagian peserta mengusulkan agar konvensi Baptis nasional segera diorganisasikan, mengingat gereja di Jawa Barat dan Kediri telah memiliki asosiasi yang berfungsi sebagai gabungan.

Namun, sebagian peserta lain merasa bahwa waktu yang tepat untuk membentuk gabungan besar belumlah tiba. Sebagai jalan tengah untuk menampung perbedaan pendapat antara pihak misi dan kaum Baptis Indonesia, disepakatilah pembentukan sebuah wadah perintisan bernama Badan Kerjasama Kaum Baptis atau disingkat BKS.

Struktur dan Tugas Badan Kerjasama

Badan Kerjasama memiliki empat belas anggota yang mencakup empat pendeta dan tiga awam pilihan musyawarah, tiga perwakilan lembaga dari Seminari, Rumah Sakit, dan Penerbitan, serta empat utusan dari Missi Baptis Indonesia. Pengurus harian dipilih untuk mengambil langkah strategis dalam situasi yang memerlukan keputusan cepat.

Terdapat tujuh tugas utama yang diemban oleh BKS, meliputi kerjasama dalam pengabaran Injil, mendukung perkembangan gereja setempat, menilai usaha kaum Baptis, mencalonkan anggota dewan lembaga, serta mendidik gereja-gereja mengenai arti penting kerjasama. Organisasi ini melengkapi diri dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, logo resmi, hingga lagu mars BKS.

Dalam perjalanannya, BKS menghadapi berbagai kendala operasional, termasuk kesulitan dalam pengambilan keputusan, keterbatasan dana, serta sosialisasi yang belum merata ke jemaat lokal. Meskipun demikian, badan ini berhasil mencatat pencapaian penting seperti penyelesaian konflik di gereja Palembang serta pengangkatan Pdt. Sarbini Adjar Barata sebagai Utusan Injil nasional pertama.

📖 Pratinjau Bagian Buku
Cover Buku GGBI

Pratinjau materi Badan Kerjasama GGBI:

Promo Buku Baptis
Ragam Pustaka Kebaptisan Koleksi buku mencakup: Sejarah, Kepercayaan, dan Tata Gereja, “Iman Baptis, Dasar dan Prinsipnya”, “Baptis Indonesia Bangga Setia”, “Baptist Confessions: A Collections”, “Pengakuan Iman Baptis di Indonesia”, “Gabungan Baptis Indonesia (GGBI)”, hingga “Kongregasional Keluarga Besar”.
Informasi & Pemesanan:
• Toko Online (Shopee): shopee.co.id/lenterahikmat
• Portal Web: lenterahikmat.das.web.id
• Google Play Book: Lentera Hikmat
• WhatsApp Admin: 089611429590 | Email: lenterahikmat@gmail.com