Berdirinya GGBI (6): Deklarasi Gabungan

BERDIRINYA GGBI (6): DEKLARASI GABUNGAN
Ringkasan

Musyawarah Kaum Baptis pada 9-13 Agustus 1971 di Semarang menjadi tonggak bersejarah ketika para utusan secara bulat mendeklarasikan berdirinya Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI).

oleh: Dwi Ariefin

Ragam kerjasama antargereja Baptis Indonesia sudah dilakukan sekurangnya sepuluh tahun sebelumnya. Pertemuan serta kerjasama yang bersifat wilayah dan nasional telah menumbuhkan kebersamaan. Kaum Baptis Indonesia sudah menjalin ikatan melalui pengalaman pada masa lalu.

Pertemuan di Sukabumi pada awal Juni 1971 sangat strategis. Dengan keyakinan teguh, pertemuan itu menjadi kesempatan bagi para pemimpin Baptis Indonesia menjalin kesatuan hati untuk mandiri. Mereka bersepakat mengajukan penyempurnaan organisasi yang memberi kesempatan lebih luas bagi gereja lokal.

Keberadaan gereja-gereja Baptis Indonesia dirintis oleh misi dari Amerika (MBI). Meskipun usaha mereka tidak mendatangkan faedah langsung bagi kemandirian, MBI tetap terkait dalam proses berdirinya gabungan. Pengumuman Keputusan Tretes tiga minggu sebelum musyawarah justru menjadi pemacu semangat kemandirian.

Berorganisasi secara mandiri bukan kemauan yang datang tiba-tiba. Aktivitas ber-gabungan telah dilaksanakan di berbagai wilayah seperti Kediri, Surakarta, Jawa Barat, dan Jakarta. Semangat keindonesiaan mendorong umat Baptis untuk mau membayar Injil bagi bangsanya sendiri secara mandiri.

Jalannya Musyawarah dan Keputusan Tretes

Musyawarah Kaum Baptis tanggal 9-13 Agustus 1971 di Seminari Baptis Semarang diwarnai dinamika perubahan acara. Suasana pertemuan sempat memanas akibat Keputusan Tretes yang dianggap mendadak dan menutup Seminari Theologia Baptis. Para peserta bereaksi keras dan melontarkan kritik terbuka kepada para utusan misi.

Hari ketiga menjadi puncak ketegangan ketika sesi tanya jawab menghujani para misionaris. Pdt. Ishak Iskandar lalu meminta waktu khusus bagi semua yang hadir untuk berdoa bersama. Suasana berubah menjadi penuh keharuan saat para peserta berdoa, berlutut, bahkan sujud sambil menangis dan saling memaafkan.

Roh Kudus membimbing para peserta untuk mengambil keputusan dengan jernih. Musyawarah menghasilkan sikap resmi menolak penutupan seminari serta menyepakati berdirinya wadah nasional secara mandiri. Para peserta seia-sekata dan bersehati mendirikan Gabungan Gereja-gereja Baptis Indonesia.

Deklarasi dan Kepengurusan Perdana

Pada hari Kamis siang jam 11.00 tanggal 12 Agustus 1971, para utusan berkumpul di atas bukit Simongan, Semarang, mencetuskan niat membentuk GGBI. Sebuah piagam deklarasi ditandatangani bersama guna saling melayani dan memikul beban dengan kerendahan hati demi kemuliaan Kristus.

Melalui panitia formatur, musyawarah menetapkan Badan Pengurus Harian (BPH) perdana. Pdt. Eddy Wiriadinata dipercaya sebagai Ketua Umum, Sdr. Soedarno sebagai Sekretaris Umum, Sdr. Paulus Setiawan sebagai Bendahara, serta para ketua departemen yang siap mengemban mandat organisasi.

📖 Pratinjau Bagian Buku
Cover Buku GGBI

Pratinjau materi Berdirinya Gabungan GGBI:

Promo Buku Baptis
Ragam Pustaka Kebaptisan Koleksi buku mencakup: Sejarah, Kepercayaan, dan Tata Gereja, “Iman Baptis, Dasar dan Prinsipnya”, “Baptis Indonesia Bangga Setia”, “Baptist Confessions: A Collections”, “Pengakuan Iman Baptis di Indonesia”, “Gabungan Baptis Indonesia (GGBI)”, hingga “Kongregasional Keluarga Besar”.
Informasi & Pemesanan:
• Toko Online (Shopee): shopee.co.id/lenterahikmat
• Portal Web: lenterahikmat.das.web.id
• Google Play Book: Lentera Hikmat
• WhatsApp Admin: 089611429590 | Email: lenterahikmat@gmail.com