Berdirinya GGBI (7): Perkembangan Awal

← ke artikel "Berdirinya GGBI (6): Deklarasi Gabungan"
BERDIRINYA GGBI (7): PERKEMBANGAN AWAL
Ringkasan

Masa awal berdirinya GGBI diwarnai penataan organisasi, penyusunan AD/ART, dialog hubungan dengan MBI, hingga penyelenggaraan Kongres I GGBI pada April 1973.

oleh: Dwi Ariefin

Gabungan Gereja Baptis Indonesia telah berdiri pada 12 Agustus 1971. Setelah berdirinya wadah ini, komunikasi dan situasi organisasi belum berjalan mulus seperti yang dicita-citakan. Masih ada banyak urusan dan persoalan yang wajib diselesaikan.

Sebagaimana beragam masalah yang melatarbelakangi lahirnya gabungan, situasi sesudah deklarasi juga diwarnai tantangan. Kelengkapan organisasi masih sangat sederhana. Hubungan dengan MBI juga menyisakan persoalan tersendiri. Di samping itu, persiapan Kongres I harus segera dikerjakan.

Ketua pertama GGBI sempat membuat catatan penting mengenai kondisi awal organisasi. Beliau menyatakan bahwa pengurus bekerja mengikuti arus sejarah dan konflik karena ketiadaan pedoman yang jelas. Kepincangan struktur masih terasa, namun partisipasi gereja anggota mulai menampakkan hasil yang baik.

Belum adanya pedoman dasar merupakan hal yang wajar. Rancangan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga baru selesai disusun tiga bulan kemudian. Dokumen tersebut lalu disahkan oleh Badan Pengurus Harian dan ditetapkan secara resmi pada Kongres I GGBI tahun 1973.

Pandangan umat terhadap kehadiran gabungan pun beragam. Sebagian menganggap gabungan terlalu berkuasa. Ada pula yang memandangnya sebagai organisasi tandingan untuk melawan misi. Sebaliknya, sebagian jemaat justru menyerahkan seluruh persoalan kecil gereja langsung kepada pengurus gabungan.

Kendala keuangan menjadi salah satu pergumulan menonjol sejak awal. Sebagian kalangan meragukan kemampuan finansial umat Baptis secara nasional. Namun, tekad kebersamaan dan semangat bergotong royong mampu mengatasi kekurangan tersebut melalui iuran tetap dari gereja anggota.

Usaha pengabaran Injil tetap menjadi prioritas utama. Departemen Pengabaran Injil langsung dibentuk dalam struktur organisasi. Pdt. Mulus Budianto dipercaya memimpin koordinasi pengutusan Injil, yang kemudian disusul oleh pelaksanaan seminar serta persekutuan tingkat wilayah dan nasional.

Hubungan GGBI - MBI

Perkara relasi antara GGBI dan MBI menjadi fokus penting di masa awal. Keputusan Tretes yang mengubah pola pelayanan misi sempat memicu reaksi keras, terutama terkait penutupan seminari. Komunikasi terus diupayakan melalui berbagai pertemuan resmi guna mencari titik temu kerja sama.

Kongres I GGBI

Puncak konsolidasi organisasi diwujudkan melalui penyelenggaraan Kongres I GGBI pada tanggal 2-6 April 1973 di Seminari Baptis Semarang. Pertemuan bersejarah ini dihadiri oleh 90 utusan dari 36 gereja anggota. Kongres ini mengesahkan AD/ART, menetapkan program kerja, mendeklarasikan Azas Keluarga Besar, serta memilih kepengurusan baru di bawah pimpinan Pdt. Ishak Iskandar.[DAS]

📖 Pratinjau Bagian Buku
Cover Buku GGBI

Pratinjau materi Perkembangan Awal GGBI:

Promo Buku Baptis
Ragam Pustaka Kebaptisan Koleksi buku mencakup: Sejarah, Kepercayaan, dan Tata Gereja, “Iman Baptis, Dasar dan Prinsipnya”, “Baptis Indonesia Bangga Setia”, “Baptist Confessions: A Collections”, “Pengakuan Iman Baptis di Indonesia”, “Gabungan Baptis Indonesia (GGBI)”, hingga “Kongregasional Keluarga Besar”.
Informasi & Pemesanan:
• Toko Online (Shopee): shopee.co.id/lenterahikmat
• Portal Web: lenterahikmat.das.web.id
• Google Play Book: Lentera Hikmat
• WhatsApp Admin: 089611429590 | Email: lenterahikmat@gmail.com